' Badai's posts with tag: [citra]raya
|  | .
ialah Bintang Utara di langit selatan *
laksana semesta antara bumi dan surga **
bilakah kau tinggalkan selatan, Bintang Utara ***
adakah cinta yang mengikatmu di sana ****
atau cuma angkara yang memendam rasa *****
usai sirna baru kau mengembara ******
.
[gubahan duabadai di malam jumat kliwon selepas hujan rintik; harap deklamasikan dengan tempo 4/4; tanda bintang mewakili urutan gambar di bawah]
thanx to Ricka, Norman, Sandi, dan Joselva atas sumbangsihnya
:)
|
|  | teluk jakarta, pukul lima belas
di bawah terik surya dan deras angin
di sana kami bermain dengan warna
*Polaris is coming soon to your screen. Don't miss it!
|
|  | >>
...with Motorola ROKR E6 phone-camera. This phone captures close objects clearly (sharp enough for a-music-dedicated-phone-camera), although lack in color contrast that sometimes contributes pale and monotone pictures. That's why I put some magic spell on them to create more dramatic accent. Thanx, PhotoShop!
Pictures are taken at D'Best and Kota, Jakarta. Along with two other buddies on an-easy-lazy-sunday. What a blast!
:)
...also check out my friend's photo album:
theophile
chatfly
|
|  | >>
What? A backpacker's glam trip to Bali.
Who? 4 oknum dengan misi masing2: narsis, mistis, nudis, erotis ;p
How? Exhausted but yet addicted. I'm lovin' it!
Record made? Total 1680 photos taken! Efek samping: mata jadi juling karena musti menyeleksi poto2 mana yg cukup santun tuk tampil di MP. Sorry guys, no pics allowed for nude beach! ;)
Cinlok? Mumun, si hitam manis yang setia menemani berpusing-pusing keliling Bali. Sorry banget waktu kaki kiri kamu kejeblos got waktu itu, bener2 gak sengaja. untung kamu tak rewel. Ah, miss u much jadinya...
Credits! CANDERI @ Ubud Homestay nyaman plus breakfast yummy. Hitungannya per orang, terserah kita mau sekamar rame2 or sendiri2, pokoknya masing2 cukup bayar Rp. 40rb/mlm. Total ada 3 kamar, masing2 pake queen size bed dan kamar mandi dalam.
AP Inn @ Kuta Hitungannya Rp 100rb/nite include breakfast. Biaya bisa sharing sama temen secara kamarnya cukup luas. Ada kolam renang plus layar tancep di tepi kolam. Pilih kamar di lantai atas, sebab kalo beruntung bisa ngintip nude party di wisma sebelah :) (Maybe next time saya akan pindah nginep di wisma sebelah yg suka mengadakan nude party itu, wkkkkk ;p)
Trims juga buat Indri, Sukha, Putu, dan semua pihak yang turut membantu dan menyemarakkan liburan ini. Sampai jumpa lagi. Unyil kutjing!
<<
|
|  | >>
Kenapa Kuda Laut? Karena ia tenang, menyendiri, sekaligus romantis.
Ok, kenapa Kuda Laut? Karena ia memang cuma ada disana, tepatnya di pesisir pantai Cibangban, Pelabuhan Ratu, dekat dengan perbatasan Banten. Kediamannya tersembunyi di balik perbukitan nyiur melambai.
Syahdan, hal inilah yang membawa kami menempuh perjalanan terjal berliku melalui jalur Cikidang demi berada dalam pelukan Kuda Laut di pantai selatan sana.
Kuda laut menyambut kami dalam kehangatan. Bentuknya eksotis. Tempat peraduan nan nyaman. Gemercik air kolam dan gemuruh ombak. Desau angin dan kicau burung. Pantai indah taman hati (halah!).
Tapi yang paling penting: menu breakfast all you can eat! Ada susu & sereal, bubur ayam kumplit, french toast & scrambled egg, nasi goreng istimewa, aneka pasta & salad, aneka juice buah segar, kue2 lezat plus kopi dan teh panas. Sekali lagi, semuanya boleh lo makan sampe bego!
Ah, surga dunia... ;)
<< |
|  | >>
Aku berjalan melewati kesunyian Mungkin ditemani arwah kesepian Tapi ada yang telah menunggu dalam penantian
Dua kafan putih membungkus putih belulang Ditaruh berdampingan layaknya sepasang kekasih Berbentuk seperti masa mereka hidup dalam peluang Nenek yang besar dan kakek yang kecil tapi penuh kasih
Ku sentuh kain yang sudah bernoda tanah Ku beri salam dalam kebisuan Aku melihat kembali kakek dan nenek seperti ber-arwah Dalam wujud yang berbeda tapi tetap dalam kesucian
Aku menyentuh mereka untuk pertama kali Tertegun oleh kehadiran tanpa suara Seolah mereka kembali Menyatukan semua saudara
Seolah merasa kehilangan untuk kedua kalinya Ketika mereka kembali ditidurkan dalam satu liang Tapi itu sebuah keharusan yang terjadi karena-Nya Kini aku merasa mereka lebih dekat dan tenang
6 May 2007
*A poem by my sister, dedicated to our grandparents who passed away for exactly 17 years & several months ago. Recently they've been relocated to a new graveyard and got reunited under the same tomb. Miss u Aki & Nini...*
<< |
|  | >>
Kamera: kamera saku Sony CyberShot DSC-T33 Perkakas: - lilin - korek api buat nyalain lilin ;p - tempat lilin - cermin ketampanan [halah!] - bathtub - panci alumunium [minjem dari dapur] - tudung lampu meja Lokasi: sebagian besar di kamar mandi, sisanya di kamar tidur
Mohon maap t'nyata kameranya kurang handal tuk mendapatkan gambar yang tajam dalam kondisi minim cahaya.
Btw, album foto ini merupakan salah satu karya saya dalam proyek bersama anak-anak MP peminat fotografi lainnya [keterangan lebih lanjut, sila klik disini]. Sesuai tema yang telah disepakati maka fokus kita kali ini adalah: Lilin.
Selamat menikmati!
<< |
 *image is copyrighted by 2Badai - 2007
Gusti, hamba mau tanya kenapa langit pucat biru s'dangkan jingga buat awan bersemu
Gusti, hamba mau tanya adakah alam Kau cipta dengan batas s'perti umur hamba yang kian terbatas
Gusti, hamba bersimpuh di hadapan alam nan elok s'moga hamba masih nikmati esok
.: senjakala di Riung Gunung, Puncak :.
|  | >> tahun lalu kutemukan bocah itu di pantai tahun ini kutemukan kembali bocah itu di pantai yang sama cutie little pie, will we meet again next year? << |
|  | >>
Jakarta Kota, suatu minggu siang nan terik, bersama sahabat setia dalam hal mempoto-dipoto :) Joy........... where are you????
<< |
|  | >>
awalnya lagi hunting aja sendirian di pantai ketika mata tertumbuk pada sosok bocah di pantai meskipun tiada sosok orang tuanya di pantai ku pun tak melewatkan waktu memotretnya di pantai
...how i miss that anonymous tiny cutie pie ;)
<< |
|  | >>
pagi cerah kebun belakang rumah tak pernah terjamah aku pun menjelajah
<<
|
| |