MAKLUMAT
mengingatsalah satu tempat yang bisa membuat saya lupa waktu adalah kunjungan ke toko mainan (seperti Toys 'R Us atau Kidz Station) atau ke toko buku (seperti Aksara atau Kinokuniya)
mengharapkansuatu keriaan yang "fun fulfilled" dengan banyak agenda, games, talkshow, lelang, jual-beli, dengan banyak ragam mainan:mainan tradisional (mobil2an dari kulit jeruk bali atau senapan dari pelepah daun pisang misalnya);
mainan dewasa (bukan cuma boneka mini Miyabi, tapi juga parade sex toy komplit);
mainan kreatif, mainan virtual, boneka asli si unyil (juga Ucrit, Usro, Cuplis, pak Raden, pak Ogah, Ableh, Melani, Bunbun, Kinoi, hingga harimau hutan lindung yang berkalung daun2an), dan mainan2 lainnya;
juga mewakili komik dari berbagai unsur:komik nasional (koleksi lengkap karya Ganes TH sampai Tatang S)
hentai, lembergar, graphic novel, komik2 lama dari Misurind, you name it...
menimbangpanitia acara pastinya sudah berusaha maksimal walaupun mungkin dengan budget terbatas, namun tempat yang kusam dan berantakan, lighting yang redup bagi mata silindris, koleksi action figure yang kurang variatif, para pemilik stand dan kolektor yang tampak autis
memutuskanJakarta Toys & Comics Fair yang tahun ini sudah 4 kali diselenggarakan adalah acara yang tidak asyik masyuk bagi saya
sekian
terima kasih