    | Bumi Aki | Jul 11, '08 2:10 AM for everyone |
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Other | | Location: | Jl. Raya Puncak No. 59 kab. Cianjur telp. 0255 517711 |
Mau makan enak sambil lesehan dengan pemandangan indah seperti ini?
Yup, cuma ada di Bumi Aki. Rumah makan ini terletak di jalan raya Puncak no. 59, sebelah kanan jalan ke arah Cianjur. Perjalanan dari Puncak Pass cuma sekitar 5 menit (asal ngebut pake Ferrari, vroooooom!!!). Well bawel, pokokna gag jauh2 amat dari Puncak Pass.Bumi Aki terbagi atas beberapa pondok, tapi yang jadi favorit tetap pondok lesehan yang menghadap langsung ke lembah Gunung Gede-Pangrango. Sekilas pemandangannya mengingatkan kita akan Ubud, apalagi rumah makan ini juga agak2 bernuansa Bali.Jikalau beruntung dan cuaca cerah, anda bisa melihat kawah Gunung Gede dari kejauhan.
Tapi kalau mau menikmati pemandangan romantis, datang saja ke sini menjelang sore. Kabut tebal yang turun sepanjang lembah, dengan hanya pucuk2 kanopi yang kelihatan, membuat suasana otomatis romantis. Apalagi ditemani secangkir wedang ronde panas dan kekasih hangat di sisi, wowww...Back to the topic, Bumi Aki menyediakan menu Indonesia populer dengan harga terjangkau (pukul rata Rp. 30 ribu/orang sekali makan). Favorit saya adalah sate kambing bumbu kecap, sop kambing yahud, sop ayam kampung telor puyuh, tempe-tahu penyet dengan sambel pedas pembakar gairah. Bahkan ngemil nasi putih pulen pake garem aja kayaknya udah enak banget. Minumnya selalu teh tawar panas yang kental, harum, dan nikmat.
Lantas kenapa cuma bintang 4?Karena saya belum yakin apakah makananannya sudah layak dikategorikan bintang 5, ataukah karena suasananya yang bikin makanan di sana terasa begitu nikmat. Apalagi setiap datang kesana pasti perut sudah kelaparan duluan, ditambah udara dingin yang bikin nafsu makan kian menggelora.Tapi yang jelas kalau ditanya enak atau tak, saya akan bilang ENAK-ENAK-ENAK!Aldi Suditomo melaporkan.
  This page is dedicated to Fadil & 'Cabelita', our little rascals ;pApa?Saung Angklung Udjo adalah salah satu situs budaya Pasundan yang termasuk dalam agenda Visit Indonesia Year 2008. Di sana kita dapat melihat atraksi budaya Sunda, seperti wayang golek, tari2an, dan terutama permainan angklung. Yang menarik, sebagian besar pelaku seni panggungnya ialah anak2.Bagaimana?Acara dipandu oleh teteh geulis semok dengan rambut panjang indah bak mayang terurai dan berkebaya koneng ketat transparan.Bagaimana acaranya, bung?Gyahaha, seru dah! Pasti pada gag nyangka kalo atraksi budaya ini bakal menjadi tontonan yang sangat menarik dan menghibur.Awalnya aja udah seru waktu para pengunjung disuruh coba alat musik baru (lupa namanya, Arimbi? Karinggi?) yang terbuat dari sebilah bambu kecil. Cara mainnya ditempelkan di mulut, trus petik2 aja lidah bambunya. Suara yang dihasilkan 'very robotic', serasa DJ Tiesto. Amazing!Acara berlanjut dengan atraksi musik, wayang golek, tari, dan yang paling meriah parade angklung! Bocah2 ini sungguh polos, lucu, menggemaskan, dan membuat sumringah semua penonton :D
Yang menonjol adalah penampilan Fadil (atau 'Adil'), yang tampaknya memang di-plot oleh manajemen sebagai 'bintang panggung'. Satunya lagi penampilan gadis mungil (kami tak tahu namanya, jadi ia kami juluki 'Cabelita') yang tampil lucu dan lugu, namun tetap profesional meski rambut palsunya sempat nyangkut di angklung. Wkkkkkk :DSelain itu kami juga sempat belajar angklung bersama2. Acara kemudian ditutup ketika anak2 itu menarik para pengunjung untuk turut menari bersama di panggung. Horeeeeee! HTM?Rp. 50 ribu/orang, termasuk brosur, soft drink dan souvenir kalung dgn liontin angklung mungil.Agak suspicious nih, kenapa tamu2 bule dapet brosur asli, sementara tamu2 lokal cuma dapet fotokopiannya? Apa HTM buat bule lebih mahal?Oya, dimana?Di Bandung (lupa alamat lengkapna, hehe), pokokna turun di perempatan Cicaheum, trus bisa nyambung ojek atau jalan kaki sekitar 200 meter ke padepokan mang Udjo*info penting gag penting, wkkkk*Otherwise, kunjungi aja websitenya di:http://www.angklung-udjo.co.id/
Kenapa bintang 5?* sukses bikin saya tertawa tergelak-gelak** juga mampu bikin merinding & terharu*** menghibur dan mendidik dan membangkitkan cinta budaya bangsa (serasa judul seminar)**** euphoria yang masih bertahan dalam sanubari***** because of Fadil & 'Cabelita', bintang panggung malam itu :D  MAKLUMAT mengingatsalah satu tempat yang bisa membuat saya lupa waktu adalah kunjungan ke toko mainan (seperti Toys 'R Us atau Kidz Station) atau ke toko buku (seperti Aksara atau Kinokuniya) mengharapkansuatu keriaan yang "fun fulfilled" dengan banyak agenda, games, talkshow, lelang, jual-beli, dengan banyak ragam mainan:mainan tradisional (mobil2an dari kulit jeruk bali atau senapan dari pelepah daun pisang misalnya); mainan dewasa (bukan cuma boneka mini Miyabi, tapi juga parade sex toy komplit); mainan kreatif, mainan virtual, boneka asli si unyil (juga Ucrit, Usro, Cuplis, pak Raden, pak Ogah, Ableh, Melani, Bunbun, Kinoi, hingga harimau hutan lindung yang berkalung daun2an), dan mainan2 lainnya; juga mewakili komik dari berbagai unsur:komik nasional (koleksi lengkap karya Ganes TH sampai Tatang S) hentai, lembergar, graphic novel, komik2 lama dari Misurind, you name it... menimbangpanitia acara pastinya sudah berusaha maksimal walaupun mungkin dengan budget terbatas, namun tempat yang kusam dan berantakan, lighting yang redup bagi mata silindris, koleksi action figure yang kurang variatif, para pemilik stand dan kolektor yang tampak autis memutuskanJakarta Toys & Comics Fair yang tahun ini sudah 4 kali diselenggarakan adalah acara yang tidak asyik masyuk bagi saya sekian
terima kasih  | Category: | Books | | Genre: | Science | | Author: | Mary Roach |
Satu lagi buku seru yang dapat menambah khazanah pengetahuan kita. Tentang MAYAT! Cocok dibaca berdua si dia di sofa empuk berteman penganan nikmat dan coklat hangat sementara hujan deras menderai di atap ;p
Beberapa bahasan menarik di dalam buku ini: 1. Mau ikut kursus penyegaran anatomi wajah dan face-lift? Sayang, hanya terbatas untuk para ahli bedah kecantikan ternama di AS, dan pastinya mahal karena mereka berpraktek menggunakan penggalan kepala mayat segar.
HER: "Emang kepala mayat mahal ya, Mas?" HIM: "Kayaknya. Kepala kakap aja mahal kalo di restoran Padang, tapi enak lho!" HER: "Gembuuuul!"
2. Piknik yuk di lereng bukit Knoxville di Tennessee. Di hamparan rumputnya banyak yang sedang berbaring berjemur, atau kadang berteduh di bawah rimbun pepohonan. Mereka adalah mayat2 manusia yang dibiarkan membusuk, ada yang telanjang, ada yang berbusana lengkap, ada yang dikubur dangkal, ada yang ditanam dalam beton, ada yang dibungkus kantong plastik, dll. Semua ini adalah ladang penelitian bagi para ahli ilmu forensik.
HER: "Mas, aku takut..." HIM memanfaatkan kesempatan ini dengan cerdas ;p
3. Cangkok kepala? Sudah pernah berhasil dilakukan pada hewan2 percobaan. Cangkok kepala manusia? Hmmm beberapa percobaan ekstrim pernah dilakukan sejak abad pertengahan. Masalahnya hingga kini para ahli bedah belum dapat menyambung saraf tulang belakang dengan kepala donor. Jika di masa depan hal itu dapat dilakukan, OMG, mungkin hal ini bakal jadi kontroversi terheboh setelah teknologi kloning manusia. Well, we'll see.
HER: "Mas, lucu kali ya, kalo di masa depan kepalaku dicangkok ke badan Angelina Jolie." HIM: "Iya say, tapi bisa aja pada saat itu Angelina Jolie udah jadi nenek2 keriput." HER: "Huuh, ini kan cuma pengandaian..." HIM: "Iya say, iya. Kalo gitu Mas juga mau ganti bodi sama yang lebih padat berisi: Pamela Anderson!"
4. Cemilan menyehatkan abad 12: gula2 manusia. Dalam artian sebenarnya lho, yaitu mayat manusia (umumnya kakek2) yang direndam dalam madu selama 100 tahun. Niscaya ampuh untuk menyembuhkan borok/luka. Cukup dimakan sedikit2 saja, sehingga dapat juga menjadi kudapan ringan bersama keluarga tercinta.
HER: "Kudapan ringan? KUDAPAN RINGAN? PAKE DAGING MAYAT?" HIM: "Ehm, mendingan icip2 daging hidup ya, say..." PLAK!!!
5. Promesa, adalah sebuah perusahaan pupuk di Swedia yang tengah mengembangkan pembuatan kompos organik berteknologi tinggi. Bahannya? Mayat manusia. Dibekukan lalu dicacah dan digiling. Ya, kasarnya begitu. Bagaimanapun, tindakan ini sudah mendapat restu dari Raja Carl Gustav dan Gereja Swedia.
HIM: "Pindah kesana yuk!" HER: "Kyaaaa, hijrah ke Swedia?" HIM: "Bukan, kita pindah ke depan perapian. Di sini dingin, sayang." HER menatap HIM penuh cinta. Lalu ikutan pindah ngejogrok di depan tungku kayu bakar sambil nunggu rebusan singkong matang.
6. Pada abad 18, untuk membangunkan kembali orang yang mati suri, digunakan berbagai teknik mutakhir pada saat itu: telapak kaki diiris silet, jarum ditusukkan di balik kuku, besi panas dimasukkan lewat 'jalan belakang', sampai penggunaan alat penjepit puting dengan berbagai variasi. Berminat?
HIM: "Hahaha, kalo jepit2 puting sih aye juga doyan!" HER toyor HIM pake linggis.
7. Sekilas kremasi: Kulit dan rambut dalam sekejap hangus terbakar. Penggumpalan panas protein otot menyebabkan otot berkontraksi sehingga tubuh seolah2 menekuk. Penghancuran jaringan lunak berangsur-angsur memperlihatkan bagian2 kerangka. Telah diamati bahwa otak terutama tahan terhadap pembakaran selama kremasi, bahkan ketika ruang tengkorak telah hancur berkeping2, otak terlihat seperti bongkahan gelap yang agak lengket. Akhirnya tulang punggung tampak setelah organ2 menghilang, tulangnya putih berkilauan dalam api dan kerangkanya pecah berantakan...
HER: "Ngomong2 kremasi, jadi pengen dikramasi..." HIM: "Krembong di salon maksut yey? Hyuuuuk ya yuuuuk..."
Buku ini memang berbeza!
  | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Samsung |
>> APA Ponsel GSM Samsung E900, model sliding, elok dan comel nian ;p * Spesifikasi 2 MP Camera Super Fine QVGA TFT LCD (resolusi 320 x 240) Dual Touch UI (Music & Call) Touch Sensor * Special Features Music Player (MP3, AAC, AAC+, e-AAC+, WMA) Video Player & Recorder (MP4, 3GP) Voice Recorder Web Browser/Email/MMS/Java Memory Card/Bluetooth/Document Viewer Zoomable Text in SMS Offline/Flight Mode * Box Set CD Driver Samsung PC Studio Manual Book/User's Guide Travel Adapter/Charger Headset/Handsfree USB Data Cable Kartu Garansi (masih berlaku hingga Juni 2008) bonus: SanDisk Micro SD 1 GB >> BAGAIMANA plus: mumpuni, ciamik, mulus, ringan, dan nyaman digenggam minus: touch sensor-nya sensitif (gampang ngambek, haha), maksudnya awal pemakaian pasti rada kagok soalnya suka salah masuk menu karena salah sentuh, tapi kalo udah terbiasa touch sensor-nya itu yang jadi nilai plus-nya karena bikin akselerasi menu lebih mudah. MANTAB MAN! >> BERAPA Priceless, hehe. Tapi mo dilego Rp. 1.5 jeti aja lengkap dengan box set-nya ;p >> KENAPA Nothing technically, tapi emang beneran lagi butuh uang niy. Makanya AJAIB (Aku Jual Aja Ini Barang). Kkkkkk. Beli dunk beli!    | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | Various |
Hopla! Kunjungan terakhir ke toko buku Gra**dia (penting gak sih namanya disensor? hehe!) menguak memori saya. Ini gara-gara saya mampir sejenak ke section buku anak, dan tiba-tiba saja kenangan masa kecil menyeruak.Dulu saya dijuluki kutu buku. Di antara sekian banyak terbitan yang dibaca pada saat itu (mulai kisah Budi-Wati-Iwan terbitan Balai Pustaka, komik2na Ganes TH, komik2 terbitan Misurind, novel2na Freddy S. sampe Nick Carter, hingga roman sejarah Quo Vadis yang tebalnya beratus-ratus lembar), tercatat beberapa nama pengarang yang menjadi favorit Badai kecil:Arswendo Atmowiloto WhoPengarang serial Keluarga Cemara, dan juga perintis tabloid gosip Monitor ;pWhyBapak media yang satu ini jagoan bikin kisah Keluarga Cemara begitu memilukan namun tetap menghibur.HowDulu suka ikutan mellow abis baca kisah ini, meski tetap gak habis pikir sampe sekarang kenapa Abah yang mantan direktur itu bisa begitu saja terpuruk dalam kemiskinan? Sebagai direktur pastinya banyak relasi, apalagi Abah kan orangnya baik, pastinya makin banyak pula rekanan baik, yang pastinya gak segan2 membantu Abah ketika terpuruk. Menurut saya justru idealisme Abah itu yang mengurungnya dalam kemiskinan abadi.Astrid Lindgren WhoPengarang kisah Pippi, Madita/Madicken, Emil, dan anak-anak Bullerbyn.WhySaya suka sekali pada karakter2nya yang out of the box, nyeleneh, jahil, bahkan sesekali terkesan kurang ajar.HowSedikit banyak mempengaruhi karakter saya. Misal: tidur gaya Pippi, kaki ditaruh di atas bantal. Terkadang masih keterusan sampe sekarang. Malah dimodifikasi lagi: guling buat kepala, bantal buat kaki. Atau kaki jadi tumpuan kepala *mulai berlebihan*Bung Smas WhoPengarang kisah si Noni. Gak disangka info terkini ttg beliau berasal dari MP juga, termasuk foto dirinya. Pengarang bersahaja ini bernama asli Sams (mirip nama Bams, ada korelasi keluargakah? -> halah mulai bergunjing!)WhyHuhuhu kisah persahabatan yang mengharubiru antara gadis tomboy dan buronan polisi. Menurut saya hubungan ini malah berkesan eksotis, liar dan tak tersentuh.HowPernah berharap supaya Bung Smas menulis kelanjutan kisahnya hingga si Noni beranjak dewasa, dan menyadari bahwa cinta sejatinya memang buat si Godek, the untouchable prince.Oya, berkat kisah ini pula saya sempet tau seluk beluk kota Semarang (meskipun baru sekali ke sana, huhuhu).Edith Unnerstad WhoPengarang serial keluarga Larsson. Wanita ini juga cukup misterius karena setelah saya googling kemana-mana teteup gak nemu foto dirinya.WhySaya suka karena ceritanya menggambarkan keakraban keluarga 7 anak yang terdiri dari bermacam2 karakter unik namun tetap kompak. Nama tokohnya juga unik2, ada Dessi, Mirre, Rosalind, Lars, Knutte, Pysen, dan O Mungil.HowSaya sempat merintis hobi sebagai pemakan kertas (mengikuti karakter Pysen, si bandel yang hobi makan kertas), meski tak berkembang karena tidak ada dukungan keluarga dan finansial, hehe..Oya, ternyata kertas dari buku teks Balai Pustaka lebih enak dari sekedar kertas di buku tulis AA. Oh, jangan coba buku gambar, rasanya alot!Enid Blyton WhoPengarang Lima Sekawan, Sapta Siaga, Pasukan Mau Tahu, Malory Towers, dll.Aktivis anak ini sempat digosipkan lesbian karena dalam buku2nya pasti terdapat karakter gadis tomboy dan pemberontak (emang ngaruh gitu?). WhySaya paling suka penggambaran adegan makan yang detail: roti tebal empuk bersalut mentega, bertumpuk-tumpuk daging asap, sosis panggang, dan minumannya limun jahe! Sluuurp!HowSaya sempat terobsesi pengen minum limun jahe yang sebenar2nya. Mungkin rasa yang mendekati adalah bir Bogor (air jahe yang dikocok hingga berbusa dan didinginkan dan cuma dijual di gang Aut, Bogor). Ginger ale juga mendekati sih sepertinya.. *jadi nglantur*Hilman Hariwijaya WhoPengarang serial Lupus dan Olga. Dulu doski kuyuuus banget namun sempat jadi idola dimana-mana.WhyBiarpun Lupus bukan cerita anak-anak, tapi kisah ini sudah bikin saya haha-hihi sendirian sejak pertama kali baca di majalah Hai (dimana majalah Hai pun bukan bukan majalah anak-anak, hihi ;p)Tapiii.. Lupus udah gak lucu lagi sejak jadi komersil, ceritanya jadi garing abis :( Kalo serial Olga masih lumayan kocaklah.HowTerpengaruh euphoria Lupus, saya sempat ngarang cerita tandingan, judulnya Nisaninani. Singkatan dari nama tokohnya: Nisa, Sani, dan si kembar Nina dan Nani. Nah, si Sani ini tokoh utamanya, satu2nya anak cowok di keluarganya, tinggi kurus hobi makan permen karet, settingnya di Bogor. Haha, jayus abis!Tatang S WhoPengarang komik masterpiece: Petruk Gareng! Nama pengarangnya sederhana namun langsung membekas di ingatan: Tatang S. Belakangan baru ketahuan kalo S-nya itu singkatan dari Suhenra.WhySiapa sih yang gak tau tokoh Petruk dan Gareng dari kampung Tumaritis? Komik asli Indonesia tuh, sudah jauh populer sebelum era Manga. Koleksinya sedep, dengan judul-judul yang mengundang selera: Setan Emosi, Misteri Janda Muda, dll.HowSejak kecil pengen salaman sama beliau karena komiknya begitu digemari (oleh saya tentunya, hehe). Sosoknya lumayan misterius, sampe akhirnya pada tahun 2000-an di setiap bukunya pasti tercetak foto dirinya. Btw saya kurang update nih, apa beliau masih aktif berproduksi sampai sekarang?Mari-mari kita giatkan kembali hobi baca-baca!
     | 7Horror | Aug 6, '07 2:04 AM for everyone |
| Category: | Movies | | Genre: | Horror |
WARNING: SPOOKY CONTENT! Dapat menyebabkan lemah jantung, paranoid, mungkin juga gangguan kehamilan dan janin.Dari sekian banyak film horor yang sudah ditonton, tersebut 7 film yang paling meremangi bulu kuduk. Kenapa bintang 5? Urutan dibuat berdasarkan tingkat keseramanan versi duaBadai, dan masih mungkin berubah secara ada banyak kandidat lain yang belum ditonton: The Shining, Rosemary's Baby, dan mungkin juga Alone yang sedang tayang di bioskop. Btw kalau ada salah kata atau kesamaan nama/tempat, mohon dimaapkan ;p [7] BAYI AJAIBSekilas mirip The Omen, film asli Indonesia ini berkisah tentang seorang anak yang dipengaruhi kekuatan setan.Film generasi 80an ini masih punya efek sederhana, 'cemen' kalo bisa dibilang begitu. Namun berhubung saya nontonnya ketika masih kecil, euphoria ketakutan itu masih tetap membekas sampe sekarang. spookiest scene: - kakek2 nyeremin muncul dari lubang ventilasi kamar mandi, udah gitu ada tangan kehitaman menjulur keluar dari lubang toilet - pengendara motor pas ngelirik spion ternyata ada bayangan kakek2 menyeringai dari belakang punggungnya, padahal dia sama sekali gag bonceng siapa2
side effect: jadi males ngojek, dan sempet parno sama lubang2 di toilet ;p
[6] IT Kisah tentang badut durjana yang menghantui sekelompok anak2, bahkan hingga mereka beranjak dewasa. Stephen King emang jagoan nakut2in orang, apalagi bagi saya yang masih polos waktu menonton ini (maksudna menonton dalam keadaan polos, kkkkk :D)
spookiest scene: - pemunculan muka badut dari gorong2 - ilustrasi di buku yang tiba2 bergerak sendiri
side effect: jadi antipati sama yang namanya badut ataupun ondel2
[5] THE OTHERS Berkisah tentang keresahan Nicole Kidman dan dua anaknya oleh munculnya hal2 misterius di dalam rumah yang mereka tempati. Gelap, mencekam, dan ending yang mengejutkan, ah saya suka 'ditipu' oleh film ini.
spookiest scene: - Nicole menegur anak perempuannya yang sedang main boneka2an, tapi ternyata yang nengok malah nenek2, hiiiiy! - album foto jadoel yang isinya ternyata gambar2 orang mati, termasuk foto para pelayan yang baru saja diterima kerja di rumah itu
side effect: makin suka sama Nicole yang bermain ciamik disana (halah)
[4] JU ON Cerita tentang rumah terkutuk dengan banyak adegan dan efek suara yang 'terkutuk' pula. Nyeremin!
spookiest scene: - sesosok kepala yang tiba2 muncul dari balik tingkap loteng diiringi bunyi erangan yang menyeramkan - jasad perempuan yang terbungkus plastik berusaha turun dari tangga, dengan bunyi kresek2 dan kretak2 yang bikin merinding
side effect: suka niru2 bunyi erangan (meski hasilnya malah terdengar seperti 'erangan' dalam arti lain) ;p
[3] THE RING Adalah petualangan Sadako membalas dendam lewat video maut. Film versi Jepun-nya emang lebih mumpuni. Senyap, lebih sedikit ilustrasi musik, alur lambat, namun JREEEENG sekali setannya muncul langsung ngagetin abis! Ini film pertama yang sukses bikin saya teriak ketakutan!
spookiest scene: - Sadako muncul keluar dari layar tipi, dengan cara merangkak yang aneh, dan cara berjalan yang gak banget - sewaktu manjat sumur dikejar Sadako, kirain doski udah nyerah ngejar, eh gak taunya mukanya udah ada disamping aja gitu, kyaaaaaa!
side effect: mental break down, yang tadinya takut, tapi terakhirnya malah kasian sama Sadako
[2] THE EYE Apa jadinya kalo menerima donor mata dari seseorang yang ternyata mati bunuh diri? Tentu saja bisa melihat kematian, penjemput nyawa, dan hal2 gaib lainnya. Meskipun ending-nya antiklimaks, inilah film Asia lainnya yang mampu bikin saya teriak sekaligus pengen kabur ke ujung dunia (mulai hiperbolis) ;p
spookiest scene: - suara rintihan sayup2 di koridor rumah sakit, kemudian hening bbrp detik, dan tiba2 aja suara rintihan itu terdengar keras tepat di kuping - adegan terhoror dalam lift, ada bapak2 tua di belakang, mukanya cuma sebelah, dan dia melayang aja gitu hingga mendekati tengkuk
side effect: gak pede kalo di dalam lift sendirian, kecuali lift yg banyak cerminnya (narcissus syndrome)
[1] PENGKHIANATAN G30S/PKI Lho, kok bisa?
spookiest scene: - waktu anaknya DI Panjaitan menjerit histeris "Papiiii! Papiiii!" sambil melumurkan darah papinya ke muka - waktu adegan penyiletan wajah, trus oknum Gerwani-nya ngemeng gini "Darah itu merah, Jenderal!"
side effect: bahwa Soekarno itu pengecut, Soeharto itu 'the only hero', dan Gerwani itu perkumpulan ibu tiri... *pikiran seorang Badai kecil nan lugu*
Namun ternyata itu semua cuma propaganda Orba untuk menyuci-otak rakyatnya. Wajar kalo kemudian gw mengkategorikannya sebagai film horor paling top!
 | Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Marjane Satrapi |
EMBROIDERIES, sebuah novel grafis yang sudah lama saya lihat mejeng [halah mejeng!] di toko buku, namun baru-baru ini saja saya berkesempatan untuk menikmatinya.
>> Kenapa saya membeli buku ini?
1. Desain sampul yang berbeda sendiri di antara deretan buku-buku chicklit/teenlit. Saya suka karena kesan klasiknya. Sekilas frame-nya seperti menampilkan sosok tokoh perempuan dalam roman angkatan Balai Pustaka/Pujangga Baru. Atau mungkin frame-nya mengingatkan saya pada cermin yang biasa dipakai mamanya Sadako menyisir rambut. So, in this case you are very welcome to judge a book by its cover!
2. Sewaktu masih disegel terdapat stiker 'Graphic Novel' dan 'Dewasa'. Alasan pasti kenapa saya harus punya.
3. Marjane Satrapi, adalah wanita Iran yang terkenal dengan karya sebelumnya, Persepolis, kini selain menulis juga merangkap sebagai juru gambar untuk buku ini. Sebenarnya saya sendiri pun belum pernah membaca Persepolis, namun sedemikian populernya buku itu sehingga nama si pengarang sudah terdoktrin dalam otak saya. Sehingga ketika kemudian saya ngeceng [halah ngeceng!] ke toko buku dan melihat ada buku karya Marjane Satrapi, seketika hormon endorfin saya bergejolak. Beli! Beli! Beli!
4. Kebetulan saya sedang perlu buku bacaan yang ringan, tapi tidak dangkal. Tidak berat, tapi bermakna dan membuka wawasan [beuh bahasanya!].
>> Bagaimana isinya?
Membaca isinya serasa melihat serial 'Sex & The City' dalam versi cetak (dan versi Iran tentunya). Lugas, berani, didukung gambar-gambar yang sebenarnya 'tidak indah dan di luar pakem', namun kocak menurut saya.
Intinya buku ini menggambarkan sekelompok wanita Iran tiga generasi yang berkumpul dan curhat habis2an tentang masalah mereka. Tidak ada tabu atau sensor di sini: tentang cinta, keluarga, seks, keperawanan, kulit sunat, penis, hingga 'bordir' vagina agar kembali perawan, semuanya gamblang diceritakan di sini.
Saya bisa menangkap maksud sang penulis yang menggambarkan adanya kesenjangan budaya dan moralitas masa kini (khususnya di Iran, tapi umumnya bisa terjadi dimana saja termasuk Indonesia) yang uniknya digambarkan dengan ringan dan menghibur.
Overall saya puas dan menikmati!   | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Chinese | | Location: | PI & PS |
>> tanya kenapa salah satu resto chinese terbaik, tapi..
>> lokasi 1: Plz Indonesia secara gak pernah berburuk sangka, pas tagihan datang langsung kita bayar, tapi bbrp hari sesudahnya kita baru ngeh kalo ada satu menu [bebek panggang something] seharga 100 ribu sekian yang dicantumkan dalam bon, padahal kita sama sekali gak order
>> lokasi 2: Plz Senayan pas tagihan datang langsung kita periksa rinciannya sebelum bayar, ok no problem, gesek deh.. tak sangka tak dinyana malah kena double charge kartu kredit, jadi pas kita kroscek ke phone-bankingnya ternyata kena dua kali gesek untuk satu transaksi
>> solusi lokasi pertama gak ada solusi [tipikal indonesia: nrimo, secara kalo mo komplain udah beda hari juga sama transaksi]; lokasi kedua masih untung bisa dicancel double charge-nya, tapi teteup aja menghabiskan waktu, uang, pulsa telepon, dan kesabaran
>> hikmah gak usah berbaik sangka sama yang namanya bon/tagihan, sekarang tiap mau bayar apapun mesti diteliti rinciannya dan diperiksa keberhasilan transaksinya
>> layak masuk YUMMY2 TOP TEN? meski masakannya enak lezat nian, tapi... NO WAY!   | Category: | Restaurants | | Cuisine: | European | | Location: | KH Mas Mansyur - Jakpus |
>> tanya kenapa teman2, ada resto ceko baru buka, serbu!!!
>> akses gampang kok, lokasi tepatnya di bangunan baru plaza crystal, setelah fly-over casablanca menuju tanabang
>> kesan interior waaaaah serasa masuk ke istana kerajaan dengan kristal berkilau dan perabotan mewah lainnya [maklum resto-nya kan menyatu dengan galerinya]
>> menu sempat deg2an pas buka menu [yang mirip brosur, belum berupa buku menu nan cantik], jreeeng! thank God ternyata price listnya terjangkau :)
>> eh, ada teh tarik! langsung pesen deh, meskipun rada gak nyambung sama nuansa ceko, tapi ternyata teh tarik ala la boheme ini rasanya seger banget, enak banget, uniknya pake sirup merah nan menggoda
>> kenapa gak pesan minuman khas ceko? ada seh, tapi jenisnya wine kelas atas semua, yang sesuai budget cuma teh tarik, hehehe
>> kalo makanannya? banyak pilihan, mau menu internasional sampe sop buntut indo juga ada. tapi biar sinkron sebaiknya pesan makanan ala ceko dunk, seperti: svickova na smetane/cream sauced sirloin atau hovezi na houbcah/mushroom sauced beef, keduanya dimakan pake dumpling/roti empuk yang masih hangat, or bisa pesan beef goulash yang rasanya nendang abis
>> the hardest thing saatnya membayar, hehe. well, sepertinya tax & service all-in, soalnya cuma tercantum total sekian-sekian, ditulis tangan pula di kertas nota
>> komentar setajam silet "ini daftar menu atau brosur? sebarin aja di lampu merah sekalian!" "mbak, ini billing receipt ala resto ceko atau resto padang ya?"
>> komentar gak penting "banyak patung2 marmer telanjang, apa gak takut kena sweeping?"
>> komentar sebening embun "yang penting makanannya enak2, harga terjangkau, suasana yang cozy ala fine dining"
>> layak masuk YUMMY2 TOP TEN? AKUR!   | Category: | Books | | Genre: | Science | | Author: | Matt Ridley |
Pheww... inilah saya dalam 23 bab. Membaca buku ini serasa membaca rahasia diri sendiri dilihat dari sudut pandang genetika.
Pada saat buku ini ditulis, pada saat buku ini dirilis, pada saat buku ini dibaca, pada saat review ini ditulis, pada saat review ini dibaca, sudah ada banyak perkembangan baru dalam pengungkapan rahasia genetika. Maka maafkan jika hal-hal yang saya tulis ini ternyata sudah tidak terlalu up-to-date.
Buku ini bercerita tentang genom manusia yang hadir dalam 23 kromosom [dimana 22 kromosom diberi nomor urut berdasarkan ukuran dari terbesar hingga terkecil, dan sepasang sisanya adalah kromosom seks XX atau XY].
Sungguh menakjubkan mengetahui betapa informasi digital yang terekam dalam salinan DNA manusia mampu mengungkap misteri kehidupan yang telah dilalui leluhur kita hingga empat milyar tahun silam. Keberatan jika leluhur kita ternyata hanyalah untaian protein? Keberatan jika nenek moyang kita semua berasal dari afrika tengah? Keberatan jika gen manusia adalah 98% identik dengan gen simpanse? Banyak hal-hal di luar pemahaman saya selama ini yang ternyata terekam dengan baik dalam kode-kode genetik manusia.
Well, membahas keduapuluhtiga kromosom tersebut pastinya akan sangat panjang. Baca saja sendiri bukunya dan temukan keajaiban ilmu pengetahuan yang akan membuat kita 'waaaaaah'.
Mungkin nanti jika saya ingat [jika gen CREBB saya yang terletak di kromosom 2 masih setia bersekutu dgn gen CREBBP di kromosom 16 untuk mengaktifkan memori pada otak], saya berniat untuk mengangkat beberapa topik menarik dari buku ini ke dalam blog saya. Maka ingatkan saya [in case something happens...]
:)   | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Kebon Sirih Raya - JKT |
>> tanya kenapa [1] awalnya mau makan bakmi di seputaran sabang [2] banjir, banyak tenda pada tutup [3] rekomendasi teman yang udah bbrp kali ke sana
>> akses gampang kok, Penang Bistro menempati gedung sendiri di sisi kanan jalan. tapiiiii b'hubung waktu itu hujan, banyak pohon tumbang dan banjir dimana-mana [Pemda DKI please deh!] akhirnya kita sampe lokasi sejam kemudian walau dari Theresia saja
>> kesan pertama kocak :D waktu mau naik lift dari parkiran kita berlima udah ditolak mentah2 sama alarm lift yang overloaded 'TIIIIIIIIT! TIIIIIIIIIT!'. serentak pada saling pandang 'kenapa neh?' [pada belagak sok kurus sok innocent gitu]. 'ya udah kita ulang aja' rame2 pada keluar lift kemudian masuk lagi and then 'TIIIIIIIIT! TIIIIIIIIIT!'. hahaha meledaklah tawa semuanya. emang gak bisa diboongin liftnya. ya udah akhirnya saya dan seorang teman ngalah dan naik lift berikutnya. sempat tengsin juga seh diketawain satpam dan tukang parkir :)
>> ok, kesan pertama? kewl! begitu masuk kita sudah disambut para waiter dengan ramah. suasana modern minimalis kerasa banget. banyak spot bagus buat fotografi di sini, seperti di sepanjang anak tangga samping lift, rumpun bambu di main entrance, sampe sepanjang salah satu dinding yang dialiri air gemercik. btw kalo kita tancepin boneka jelangkung di rumpun bambu tadi seru kali ya? kyaaaaaa!
>> menu ada beragam masakan khas malay yang mengundang selera. noodles set-nya juga bikin goyang lidah. tapi waktu itu saya cuma pesan tom yam mee hoon dan teh tarik [secara sebelumnya udah ngemil junk food]. okelah tom yam-nya sedap nian dengan kuah asam pedas yang menggigit. teh tariknya juga menyegarkan [meski bagi saya pribadi racikan Kedai Tiga Nyonya masih lebih mantap]. untuk dessert sebaiknya pesan ice kachang [that's right, pake 'c' dan 'h' jadi kalo ngomong harus monyong dikit dan ditekankan intonasinya pada 'c' dan 'h' jadi 'ice kaCHang' gitu]. sejenis es podeng tapi ennnnnak seger banget!
>> bill bisa tunai bisa kartu kredit. minimal bawa 50rb perak/org kita udah bisa makan minum kenyang. but sorry, kita belum sempet tanya kalo tukar tambah bisa gak ya?
>> komentar 5 orang gembul setelah meninggalkan meja "kita turun tangga aja gak udah pake lift lagi" "setuju. btw masih banjir gak ya?" "kayaknya udah surut. tapi kalo masih macet dan lapar lagi gimana?" "makan Mie Bloon seru tuh!" "akur! Bakmi Tebet juga asoy!"
>> pesan & kesan overall makan di Penang Bistro kagak bakalan nyesel kok, harga yang dibayar sebanding dengan kepuasan yang didapat [tapi b'hubung waktu itu kita awalnya mau makan bakmi tenda, ya niat itu harus tetap dilaksanakan dunk!]
  | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
>>
Inilah kali pertama saya kembali menyaksikan film nasional di bioskop, setelah zaman dahulu kala, back to rezim Orba, ketika anak2 SD diwajibkan berbondong-bondong ke bioskop menonton pemutaran perdana 'Pengkhianatan G30S/PKI'.
Oh, semestinya 'Arisan!' pun sudah saya tonton di bioskop, namun waktu itu saya kena gejala typhus sehingga momen itu lewat sudah. Untung kesempatan kali ini akhirnya kesampaian :)
Tapi tunggu dulu, u know what, pada awal film kok saya malah turut membaca teks terjemahan di layar, sebelum akhirnya ngeh bahwa film ini berdialog bahasa Indonesia. Maklum backsound di adegan awal terdengar agak teredam, kesannya seperti voice over dalam bahasa Perancis. Stupid me, hehehe [blushing].
Adalah Pak Haji alias Abah yang harus menutupi status poligaminya sampai akhirnya semua terungkap dalam beberapa peristiwa insidentil. Nuthin' special here, malah alurnya terkesan datar. Namun adegan Salma menghidangkan bebek panggang Koh Abun untuk makan malam di rumah sudah mulai menggelitik. Reaksi penonton pun sudah mulai hidup. Setidaknya mulai ada gelak tawa.
Adegan pemakaman Abah terkesan sunyi. Sebagai seorang eks pejabat tinggi, pemakaman beliau hanya dihadiri sedikit orang, yang sesuai dress code mengenakan atribut fully black dan tampaknya masih baru. Atau saya yang kuper karena tidak pernah menghadiri pemakaman orang kaya?
Kehidupan sesama istri dalam satu atap (Sri, Dwi, Siti) mulai menyita perhatian (setidaknya penonton di sebelah saya mulai menghentikan kegiatannya ber-sms). Shanty tampil manis dan ndeso sebagai Siti, meski logatnya masih kurang njawani. Banyak adegan yang mesti dibabat oleh RUU Anti Pornografi & Pornoaksi di sini karena pastinya 'menurut definisi mereka' telah menampilkan kevulgaran. Tapi backsound Sri ketika sedang birahi dan nyerocos 'enake' dalam logat Jawa malah mengundang gelak tawa saya. Ria Irawan tampil seru dan bitchy. Sekali lagi jauh dari kesan porno.
Penampilan Ira Maya Sopha sebagai Cik Linda menjadi favorit saya. Kocak aja seh, cocok banget memerankan tokoh encim2 judes dan pelit. Sementara hubungan asmara antara tokoh Koh Abun dengan Ming terasa dipanjang-panjangkan meski penampilan Dominique yang cantik terus terang memanjakan mata saya hingga film usai ;p
Overall film ini lumayan menghibur, sedikit menyentil mungkin, tapi gak njelimet, pokoknya 'enake'!
<<  | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | [...dunno, sorry can't remember] |
>>
Ini Budi Ini kakak Budi Ini adik Budi
Masa kecil saya dulu sudah terdoktrin akan bahagianya kehidupan kakak beradik Wati-Budi-Iwan, dan betapa bijak dan welas asihnya Ibu Budi & Bapak Budi. Gambaran keluarga yang nyaris sempurna [coz absolute perfection only belongs to GOD, of course].
...namun betapapun nyaris sempurnanya mereka, toh tetap menyisakan banyak konflik pada benak kecil saya pada waktu itu...
Seperti: Budi punya bapak dan ibu, sedangkan Wati dan Iwan mestinya yatim piatu karena tidak ada tokoh yang namanya Bapak Wati, Ibu Wati, Bapak Iwan, ataupun Ibu Iwan.
Ooo berarti Wati dan Iwan mungkin cuma anak angkat. Teman saya kemudian urun pendapat bahwa Wati dan Iwan mungkin anak dari Bapak Budi, namun beda ibu. Prinsip poligami, ehh?
Ok, jadi dalam benak saya kemudian bahwa kebahagiaan Wati dan Iwan cuma kamuflase belaka karena sepertinya hanya Budi-lah yang hidupnya terlengkapi.
Mestinya Wati mendapat anugerah 'Best Supporting Actress' dan Iwan sebagai 'Best Supporting Actor' karena mereka mampu memerankan karakter yang tegar meski kerap kalah pesona oleh sosok Budi sebagai role model.
Kalau boleh saya berkhayal sekarang, Wati dan Iwan kini mungkin sudah tumbuh menjadi sosok yang lebih tahan banting. Wati sudah menjadi aktivis pembela HAM dan seorang feminis sejati. Iwan menjadi PNS yang jujur dan berdedikasi tinggi pada pekerjaannya.
Budi? Hmm kehidupan yang lurus2 saja sejak kecil malah tidak mengasah mentalnya dengan baik. Otaknya memang cerdas, mungkin dia sudah menjadi eksmud yang berkantor di kawasan 3 in 1 Jakarta. Tapi ya itu tadi, kelakuannya mungkin a bit pathetic karena dia selalu ingin menjadi nomor 1.
Cynical? Sarcastic? Well, yang jelas buku ini sangat cocok untuk dijadikan referensi bacaan anak2 karena sudah jelas penokohan karakter di dalamnya mampu mengembangkan imajinasi para pembacanya...
;P
| |