...
suatu hari panggilan tak dikenal masuk
dia bilang temanku yang sedang sibuk
memberikan nomorku untuk diketuk
karena kepuasan bukan janji muluk
jadi dia pikir aku seekor dubuk
tinggal masuk usah ditepuk
tinggal peluh usah dipeluk
sudah usai boleh digebuk
tapi mungkin saja aku seekor dubuk
tak bisa lain selain mengutuk
cuma ingin memberinya pelajaran buruk
maka kubiarkan ia masuk ke gubuk
faktanya setelah kita duduk
saling tatap hingga ke dalam ceruk
aku malah merasa bagai mabuk
bagai pitik kehilangan induk
nguk nguk
panah asmara menusuk si dubuk
[...hidup punya caranya sendiri untuk mempertemukanmu dengan orang-orang yang sebelumnya tak pernah terpikir kepada siapa kau akan bersua kepada siapa kau akan bertaut...]