...alias Ada Apa Dengan Ayat Ayat Cinta. Walaupun saya belum pernah menonton filmnya, tapi ada satu komentar teman yang membuat saya tergubrak-gubrak mendengarnya: "kambing".
Di balik semua pujian seputih salju atau kecaman setajam silet tentang film AAC, teman saya ini cuma merasa terganggu oleh penampakan kambing di film tersebut. Kenapa? Katanya itu kambing Indonesia, dan dia bersikeras bahwa kambing yang tinggal di luar negeri itu sosoknya berbeda.
"Kan syuting di India, berarti mereka memakai figuran kambing India dong," sergah saya.
"I can tell! " teman saya meyakinkan. Katanya kambing luar negeri itu lebih modelesque (meminjam padanan kata yang menggambarkan kaki jenjang kuat dan struktur tubuh yang kokoh), selain itu berbeda pula dalam hal corak dan struktur kulit, juga odor alias aroma tubuh.
Olala, bau badan kambing juga berbeda ya?
"Seharusnya," dia meneruskan tanpa mengindahkan ledekan saya, "Hanung mengambil gambar kambing gurun, atau kambing yang biasa hidup di tebing."
Well-well, omongan teman saya itu sedikit banyak memengaruhi persepsi saya tentang kambing selama ini. Mungkin saja kambing di Mesir/Timur Tengah itu memang berbeda daripada kambing di India/Indonesia. Sesuai kultur timur, kambing di sini pastinya lebih ramah dan murah senyum dunk...
Selanjutnya apa lagi??? Terlepas dari isi buku-buku tersebut yang mungkin saja lebih indah dari buku Ayat Ayat Cinta, saya cuma mau bilang: "Kreatif dikit, nape?"
kambing?.. ngga merhatiin kambing karena sibuk melap mata dari selipan debu debu yang bikin keluar air mata :P wah info yang ... menarik.... syukronn.... heuaehuaheuaheaue...
hahahaha bagus tuh... jarang2 ada penonton yang merhatiin detail begitu lol... kalo gw jadi Hanung sih gw seneng deh hihihihi ;p... mungkin scene yang ada kambing itu shooting nya disini kali, bukan di India lol...
Atau di India sana dulu pernah ada kambing yang dibawa dari sini kali lol... hmm abis kyanya ga mungkin kl kambing masuk rombongan shooting terus dibawa2 dari sini untuk keperluan shooting AAC ke India hahahaha...
eh eh.....AAC itu emang hebat banget ya? kemaren gw naek kereta, smua pedagang asongan mengganti jualannya dengan DVD bajakan AAC seharga 10rb... ck ck ck.....
Selanjutnya apa lagi??? Terlepas dari isi buku-buku tersebut yang mungkin saja lebih indah dari buku Ayat Ayat Cinta, saya cuma mau bilang: "Kreatif dikit, nape?"
huahaha..... i was going to ask the same question too....
dan gw pernah hampir bertahan di sebuah toko buku (yg mana gak berhasil, krn gw dateng sdh jam 20.50 yg awalnya hanya berniat untuk beli ATK, gag penteeeeennnnggg :D :D) hanya untuk mencari tahu buku mana yang terbit duluan dan juga mencoba utk mencari tahu informasi mengenai para penulis buku2 tersebut, dan gw baru dapet 1 yaitu... ayat-ayat cinta sama2 ditulis oleh sastrawan mesir lulusan universitas al azhar, jadi memang benar dan nyata adanya.... gak kreatif... ngekor aje bisanye, hehehe.... panjang pisan yaakk...
yup, gw jadi inget, kalo gag salah yg maen filmnya Septian Dwi Cahyo or Agyl Syahriar y? belum nonton filmnya sih, tapi dulu sempet penasaran juga waktu liat cuplikannya di Apresiasi Film Indonesia, wkkkk
"aku cinta anda cinta semua cinta buatan endonesiaaaa..."
Kaifa Haluk.... everybody.... Kambing indo biasanya kan kumal karena di sini basah jadi suka lengket sama kotorannya di bulu kalo di mesir sana panas bergurun jadi jarang kumal kambingnya.... heheheh
itu justru kreatif yang dikit. knp ga bikin parodinya aja ya: mayat-mayat cinta, atau ayat-ayat cina dengan seting di Cina dan ngebayangin pemainnya Ferry Salim, Sandra Dewi dan Olga Lydia.