. i . s p e a k . m y . m i n d .

i speak my thoughts

Blog EntryJadi-JadianJul 1, '08 1:58 AM
for everyone
Selebaran itu saya temukan di bawah meja kerja. Sehelai leaflet promo untuk film Kun Fayakuun yang dibintangi oleh Agus Kuncoro dan Desi Ratnasari.

Haji Dhony sahabat saya sejak SMP,suatu hari saya main ke kantornya,dan diceritakan tentang film "Kunfayakuun".Subhanallah,sesampainya di rumah,apa yg diceritakan tentang kekuatan sholat wajib yang tepat waktu,sholat tahajjud,dhuha,puasa senin kamis dan sedekah,pelan-pelan saya terapin pada diri saya dan istri,saya mendengar resensi film "Kunfayakuun" yang begitu menginspirasi saya.Maka cara saya berdoa pun berubah.Apa yang saya inginkan saya sebutkan di saat saya berdoa kepada Allah.Alhasil,6 bulan kemudian,apa yang saya ucapkan dalam doa,diberikan oleh Allah SWT.Alhamdulillah sekarang saya punya mobil impian saya.BMW.
b. subagja - SUTRADARA KLIP

Testimoni itu berjudul "Doa untuk Mobil Impian". Ada pula testimoni lainnya tentang doa yang terkabul untuk mempunyai rumah mewah, dan juga kesaksian seorang kru film "Kun Fayakuun" yang akhirnya berjodoh dengan istri cantik dan berjilbab setelah dia mengamalkan ibadah dengan tekun.

Apa yang kemudian membuat saya leng-geleng-geleng-kepala setelah membaca leaflet tsb?
(beri tanda silang pada kalimat yang tepat)

( ) banyak nyamuk sama laler ijo
( ) lagi dengerin lagu Metal Vs Dugem-nya Project Pop
(X) adanya kerancuan tentang shalat/beribadah demi pamrih duniawi
(X) bahwa doa pasti dikabulkan (meminta BMW/rumah mewah/istri cantik & berjilbab)
(X) lagipula kenapa harus cantik & berjilbab? bukankah lebih baik jika cantik & salehah?
(X) tata bahasa yang kacau (EYD nggak, gaul nggak) termasuk kaidah penulisannya
(X) Desi Ratnasari berperan sbg orang miskin tapi teteup tampil dgn make-up lengkap
( ) karena brosur seindah itu tergeletak begitu saja di bawah meja kerja
( ) ya amplop, emangnya lagi ngapain sih di bawah meja kerja? ;p
( ) lainnya.....

Overall, adalah keagungan Allah SWT untuk menjadikan apapun itu, ada dari tiada, mungkin dari tidak mungkin, fana jadi nyata. Apa yang terjadi terjadilah, tapi yang jelas bukan begini cara pengejawantahan kebesaran-Nya dalam bentuk promo film!

Btw, ada yg pernah nonton filmnya? Tell me about it...

Blog EntryLil GalApr 29, '08 2:17 AM
for everyone
Anak perempuan itu mendatangi meja kami. Kulit kecoklatan dengan raut muka memelas. Jilbab hitam menutupi rambut.

Semula kami hanya memberi isyarat tangan 'no, thank you', karena sebelumnya sudah banyak pengamen dan peminta sumbangan yang datang menghampiri sehingga lama-lama kami bosan dan kehabisan uang receh.

Anak perempuan itu tetap bertahan di ujung meja.

Sekali lagi kami memberi isyarat 'tidak, terima kasih' supaya ia lekas pergi.

Ia tetap tak bergeming.

Kami yang sedang makan cuma saling pandang sejenak, lalu kembali meneruskan santapan. Ya sudah, kalau tak mau pergi biarkan ia tetap disana.

Tiba-tiba meja kami berguncang bagai dilanda gempa skala rendah.

Anak perempuan itu, di ujung meja, terisak-isak dan berlinang airmata, tangannya menggoyang2kan meja seakan menginginkan seluruh perhatian kami tertumpah padanya. Look at me! I'm so small and hopeless. Please give me some money!

Kami yang sedang makan kembali saling pandang.
Mungkin anak perempuan itu kelaparan.
Masih ada makanan berlebih, nanti kita beri dia saja.
Tapi ia tidak tampak lapar.
Pokoknya jangan beri dia uang, pasti nanti akan disetorkan pada koordinatornya.
Ataukah kita memang harus memberi dia uang, karena tampaknya anak itu dikejar target setoran sampai menangis-nangis begitu.


Lewat tatapan mata dan isyarat tangan kami berdiskusi sejenak, lalu seorang kawan mencoba mengajak bicara pada anak perempuan putus asa itu.

"Adik duduk sini, ikut makan sama kita, tapi jangan goyang2 meja lagi ya..."

Anak perempuan itu diam saja. Mengabaikan tak mengindahkan.

Namun tak lama kemudian dia kembali menangis dan meja kami kembali diguncang2.
Kawan saya hampir hilang kesabaran. "Adik duduk sini! Ikut makan! Tapi jangan goyang2 meja!"

Dia pun terdiam.





Lama.





Sampai akhirnya dia berlari meninggalkan meja kami sambil berteriak lantang:
"MONYEEEEEEEEEEET!!!!!!!!!"





:(






Empati berganti antipati.




Blog EntryTransgenderedApr 22, '08 12:43 AM
for everyone

Kupandangi kuku jari kelingking yang berpoles ungu. Sejenak sesal kenapa bukan jari tengah saja yang diwarnai, agar bisa dipakai memaki namun tetap trendi.








beberapa saat sebelumnya







Kucelupkan jari di wadah tinta dengan geram hingga nyaris tumpah.







beberapa saat sebelumnya







Kumasukkan lipatan kertas itu ke dalam kotak. Bagai membayar ongkos kamar kecil seusai buang hajat. Bapak tua penunggu kotak itu--mungkin tersenyum mungkin tidak--bagaikan siluet sahaja di mataku karena tubuhnya memunggungi sinar mentari.







beberapa saat sebelumnya







Di bilik mungil itu kulampiaskan semua.
Kubuka dan kurentangkan lebar-lebar apa yang ada di hadapanku.
Tusuk!
Tusuk!
Tusuk!
Lalu kurapikan sekenanya.








beberapa saat sebelumnya







"Berarti suara saya tidak sah dong, pak!" cetusku dongkol.
"Sah kok, gak apa-apa," sahut petugas itu, tampak malu hati karena lembaran data di hadapannya ternyata tidak valid. Dia malah menyorongkan kartu pemilih agar selekasnya aku menyoblos.







beberapa saat sebelumnya







Petugas itu lantang menyebut namaku dari daftar pemilih yang ada di hadapannya, "Ibu fulan bin fulan!"
Aku terkaget-kaget. Bujubuneng, kenapa nama gw jadi ada tambahan 'ibu'?
"Bapak fulan bin fulan, kali!" ralatku yang langsung disambut tawa berderai pengunjung TPS.







beberapa saat sebelumnya







Tampaknya memang terdapat kekeliruan cetak di biodata pemilih pilkada yang baru lewat. Kesalahan vital karena menyangkut alat vital. Di situ tertera kalau jenis kelaminku perempuan.







Bleh, sejak kapan gw ganti kelamin?!
*^">~&$^&*(@!#$


Blog EntryAADAACMar 17, '08 1:06 AM
for everyone
...alias Ada Apa Dengan Ayat Ayat Cinta. Walaupun saya belum pernah menonton filmnya, tapi ada satu komentar teman yang membuat saya tergubrak-gubrak mendengarnya: "kambing".

Di balik semua pujian seputih salju atau kecaman setajam silet tentang film AAC, teman saya ini cuma merasa terganggu oleh penampakan kambing di film tersebut. Kenapa? Katanya itu kambing Indonesia, dan dia bersikeras bahwa kambing yang tinggal di luar negeri itu sosoknya berbeda.

"Kan syuting di India, berarti mereka memakai figuran kambing India dong," sergah saya.

"I can tell! " teman saya meyakinkan. Katanya kambing luar negeri itu lebih modelesque (meminjam padanan kata yang menggambarkan kaki jenjang kuat dan struktur tubuh yang kokoh), selain itu berbeda pula dalam hal corak dan struktur kulit, juga odor alias aroma tubuh.

Olala, bau badan kambing juga berbeda ya?

"Seharusnya," dia meneruskan tanpa mengindahkan ledekan saya, "Hanung mengambil gambar kambing gurun, atau kambing yang biasa hidup di tebing."

Well-well, omongan teman saya itu sedikit banyak memengaruhi persepsi saya tentang kambing selama ini. Mungkin saja kambing di Mesir/Timur Tengah itu memang berbeda daripada kambing di India/Indonesia. Sesuai kultur timur, kambing di sini pastinya lebih ramah dan murah senyum dunk...


















si kambing diunduh dari sini

Enuff said . Kembali ke topik AAC, kunjungan terakhir saya ke toko buku mencatat perkembangan signifikan akan maraknya buku-buku bertema serupa:

Bait Bait Cinta
Dzikir Dzikir Cinta
Sabda Sabda Cinta
Kasidah Kasidah Cinta

Selanjutnya apa lagi??? Terlepas dari isi buku-buku tersebut yang mungkin saja lebih indah dari buku Ayat Ayat Cinta, saya cuma mau bilang: "Kreatif dikit, nape?"

Mendingan juga makan sate kambing!


Blog EntryUnlocking The CodeFeb 27, '08 4:20 AM
for everyone
Salut! Lagi remaja Indonesia berprestasi menciptakan kode enkripsi yang bakalan sulit untuk dipecahkan bahkan oleh agen sekaliber CIA/FBI sekalipun.

Terakhir, saya juga berkesempatan membaca pesan yang berisi kode tersebut, dan sumpah usaha saya untuk menerjemahkannya malah bikin mata siwer dan kepala puyeng. Dijamin ahli bahasa seperti JS Badudu pun bakal dibikin nangis sambil kayang dibuatnya.



Ass. KL0 w Mc J9n di an9kT yE... W m0 dEn9R nssP NA nEeh,, bTw nEeh judL nyE pe N n0pz kodE L9u nyE brPe? maAp yE lo 9N66u,, s x lg! MaAp... 6a pa" kN... l3Z GpL!



Ladies & gentlemen, could you please translate 'em for me. Kalo bisa jago!

Blog EntryFuckTADec 12, '07 1:17 AM
for everyone
Syahdan, ketika membaca harian lokal Radar Bogor, mata saya tertohok pada jurnal Sea Games XXIV di Thailand. Tepatnya pada kolom perolehan medali.

Thai
Viet
S'pore
Malay
Filip
INDON
...
dst

Hiks, saya lupa sejak kapan Indonesia terpuruk begini khususnya dalam bidang olahraga. Sejak reformasi? Yang jelas sejak Indonesia kepayahan mengumpulkan medali, sejak itu pula saya kehilangan minat untuk menyaksikannya.

Tapi saya masih ingat betul, DULU Indonesia itu hampir selalu pasti merajai arena Sea Games. DULU saya selalu antusias menyimak jalannya pertandingan, berapa jumlah medali yang diperoleh dari hari ke hari, dsb. DULU musuh bebuyutan cuma Thailand, itupun jumlah medali yang diperoleh masih terpaut jauh. DULU saya sempat memimpikan kalau Indonesia bakal menjadi musuh bebuyutan Cina di ajang Asian Games.

Tapi KINI????

Hei, bahkan Vietnam yang DULU termasuk papan bawah KINI sudah melesat unggul dalam perolehan medali. Terlepas dari para atlet kita yang sudah mati-matian membela negara, faktanya perolehan medali Indonesia memang sedikit. Berarti negara lain sudah lebih unggul. Itu saja.

"Maaf, kinerja KONI sudah maksimal, cuma anggaran pemerintah saja yang kurang."
"Pemerintah sudah memberi hak otonomi pada masing2 daerah untuk mencetak bibit unggulnya sendiri dan melahirkan atlet2 unggulan bangsa."
"Atlet sekarang lebih manja, hanya mau berlatih jika fasilitas terpenuhi."
dsb
dst
...
..
.

Terbayang sudah macam2 alasan tadi, padahal saya cuma mau jawaban, cukup satu jawaban, bilang saja OK! *halah, jadi nyanyi lagunya T2, kkkkk!*

Saya cuma mau bilang fakta bahwa DULU Indonesia bangsa besar dalam bidang olahraga. IMHO, KINI Indonesia cuma namanya saja yang besar.

Saya si skeptis pun melipat koran sekenanya. Sebelum beranjak pergi saya melihat kolom yang belum sempat terbaca:
DPRD PERTANYAKAN KEPERGIAN 15 ORANG PEJABAT PEMDA KAB. BOGOR KE THAILAND
Keberangkatan mereka dalam rangka mendukung atlet daerahnya. Padahal jumlah atlet dari kab. Bogor sendiri kurang dari 15 orang.

Hwarakadah!

Blog EntryGunung Kembar [part 2]Nov 12, '07 1:37 AM
for everyone
Sebelumnya telah dikisahkan bahwa Badai cs terperangkap dalam pesona kupu-kupu malam, sorry, maksudnya kupu-kupu alam, dalam petualangan mereka di lembah gunung kembar. Apa yang terjadi selanjutnya, sila simak di sini.....










"Ayo kita kemon!" seru manusia punggung tiba-tiba menyadarkan lamunan kami. Dengan tongkat di tangan, dia melangkah tegap di muka bagai mayorette dari gua hantu. ;p


Kami pun melangkah meninggalkan jerat kupu-kupu pemikat di jembatan tua itu. Gemuruh air di kejauhan menandakan letak air terjun sudah tak jauh. Udara terasa makin lembab. Jalan setapak makin basah dan licin.

Oya, setelah berkutat sekian lamanya memasuki hutan menjauhi peradaban, ternyata masih ada sinyal hape yang mampu menembus belantara. Dan kasihan sekali oknum yang pake sinyal kuat, karena wiken di hutan begini masih ditelponin buat ngeberesin kerjaan. Gak cuma sekali, tapi beberapa kali, dan udah gitu dia musti nelponin kliennya juga.

Saya jadi ingat salah satu iklan telekomunikasi dari majalah luar yang tagline-nya begini:

THE GOOD THING IS: YOU'RE ALWAYS CONNECTED TO THE OFFICE
THE BAD THING IS: YOU'RE ALWAYS CONNECTED TO THE OFFICE

Grrrr, rupanya kondisi itulah yang sedang dialami oleh oknum kita saat ini. ^_^v









Eniwei, jalan setapak berakhir di sebuah tanah lapang yang hangat terkena sinar matahari. Terdapat pula deretan warung jajanan, dan beberapa gelintir pengunjung yang herannya tidak kami temui satupun dalam perjalanan trekking tadi.


Tunggu, di ujung sana terdapat sebuah plang bertuliskan:
"Pangkalan Ojek, 50 m"

Gubrax! Susah payah trekking 2 km ternyata ada pula jalur pintas untuk ojek? Kok bisa? KOK BISA??? *histeris*

Namun gemuruh air terjun yang bertalu-talu seakan memanggil kami untuk selekasnya bergabung. Segala gundah hilang sudah. Bergegas kami menyusuri sungai berbatu menuju hulu.

Yes, akhirnya terhampar di hadapan kami curahan air terjun yang deras berbuih. Cipratan airnya bagai kabut, terasa dingin dan segar. Malah terdapat lengkung pelangi mungil di salah satu sudutnya. OMG, Curug Sawer memang indah nian.













Cukup lam
a kami berada di sana, bermain air, foto-foto, foto-foto, dan foto-foto. Kkkkk! Niat main monopoli hilang sudah.

Sangat disayangkan, lapak-lapak dagangan di sepanjang jalan menuju air terjun sedikit banyak mengurangi estetika alam. Belum lagi banyak sampah berserakan di sela-sela bebatuan. Dasar Indon, kenapa sih pada suka buang sampah sembarangan! :(

Tak terasa, hari telah merambat petang ketika kami mulai merintis jalan setapak pulang. Tunggu, kenapa gak naik ojek aja?
Ada beberapa alasan:
1. gak afdol kalo pulangnya gak menempuh jalur trekking tadi
2. aksi protes sama ojekers yang ternyata punya rute sendiri
3. ongkosnya mahal (20rb per orang)
4. waspada itu perlu, kalo ternyata ojekers punya niat lain gimana? bisa aja di tengah jalan kita dirampok, lalu disekap di warung remang, dan dijadikan budak nafsu *halusinasi menjadi-jadi*









Alamak, ternyata rute pulang lebih berat. Jalurnya lebih mendaki. Jalanan lebih licin habis diguyur hujan. Malah di beberapa spot jalurnya kini berubah menjadi sungai kecil. Belum ditambah kehadiran pacet-pacet mungil yang kehausan darah. Benar-benar menguras stamina dan konsentrasi.


Akhirnya dengan pengorbanan keringat dan darah (dan ingus) kami pun tiba jua di peradaban. Dan saya menanggung derita lain: gejala flu yang sudah mendera sejak malam sebelumnya akhirnya mengambil alih situasi. Srooot! Srooot!
Ditambah kepala pening yang makin pusing karena sejak tadi tidak menemukan tempat sampah. Hellooooooo, di Taman Nasional tidak ada tempat sampah loh!

Dengan masygul saya memasukkan kantung plastik berisi sampah-sampah kami selama perjalanan tadi ke dalam mobil, untuk dibuang nanti kalau menemukan tempat sampah di perjalanan pulang.

Padahal sampah2 ini nantinya dibakar atau dikubur, sementara wadah-wadah styrofoam seperti bekas Pop Mie atau makanan instan lainnya kalo dibakar malah melepas CO2 ke atmosfer, atau kalau dikubur malah mencemari tanah karena tak bisa diurai. Huhuhu, maafkan kami, bumiku. T_T

Kami pun pulang meninggalkan Cisaat dengan kesadaran baru akan pentingnya 'beradab' dengan alam. Gunung Gede-Pangrango telah memberi kami makna hidup dan gairah untuk kembali. Bayangkan, menyusuri lembahnya saja sudah mengasyikkan, apalagi nanti menyesapi puncak kembarnya...

:)

TAMAT


Blog EntryGunung Kembar [part 1]Nov 9, '07 1:27 AM
for everyone
Yang satu lebih mencuat
Yang satu lebih merekah
Kedua puncaknya membakar gairah

Menuju lembahnya aku kesana
Menyibak dan mencumbu lekuknya
Telanjanglah aku oleh pesona










Alkisah kami terdampar di Cisaat, Sukabumi, di lembah gunung kembar Gede-Pangrango. Awalnya hendak berpiknik sambil main monopoli di
tepi Situ Gunung, sebuah danau kecil di lembah gunung. Tapi selama perjalanan ke sana malah timbul rencana lain berupa kunjungan ke Curug Sawer, air terjun di selangkangan gunung (secara letaknya menyempil diapit kaki gunung ;p). Hahaha, tapi itu nantilah, sekarang kita fokuskan dulu tujuan utamanya.

Syahdan, tibalah kami di Situ Gunung. Akses ke sana tidak sulit, dan cukup dekat dari peradaban. Terakhir kemping di sini (sekitar sewindu lalu) danaunya masih terkesan liar, namun alami, dengan dermaga kayu tua yang menjorok ke tengah danau. Namun kini jauh berbeda, tepian danau di dekat bendungan sudah diplester beton, dan dermaga kayu nan romantis itu sudah tak ada. T_T








Namun keindahan Situ Gunung tetap abadi. Danau hijau kelam bagai misteri, dikelilingi hutan pegunungan yang menjulang. Riak air berpantulan, seiring desau angin menyejukkan. Aroma pinus memenuhi udara, ditingkahi bebunyian satwa hutan yang bersahutan.

Piknik pun digelar. Bekal makan siang seadanya terasa nikmat sahaja.









Tapi sepertinya tak bisa berlama-lama di sini, apalagi untuk bermain monopoli. Tak jauh dari tempat kami piknik sedang diadakan kegiatan outbound sebuah perusahaan. Selain agak2 terusik oleh suara huru-hara mereka, ternyata baru ketahuan kalau banyak sampah berserakan di beberapa lokasi bekas acara. Benci aku benci! T_T


Akhirnya dimantapkanlah rencana kunjungan ke Curug Sawer. Jaraknya cuma 2 km dari peradaban, asli jalan kaki naik turun gunung!








Welcome to the jungle! Singkat kata, kami telah meninggalkan lokasi danau, dan memulai trekking ke air terjun. Mulanya biasa saja, kami saling bercanda. Lama-lama mulai tak biasa, masing-masing sibuk cari napasnya (ngos-ngosan, sob!).

Aroma khas hutan menguar di udara. Lembab. Pepohonan tua berlumut. Denging serangga mengisi kuping. Adakalanya suasana hening, namun kesunyian itupun tetap terasa mendenging.

Di tengah perjalanan, kami melintasi sebuah jembatan tua yang nyaris tersembunyi di balik lebatnya tetumbuhan menjalar. And guess what, dua sosok kupu-kupu mungil tiba-tiba saja datang menari-nari di sekeliling kami. Seekor diantaranya bahkan hinggap di telapak tangan dengan jinak. So sweet...












Sebenarnya kalau diperhatikan, jembatan tua itu bagaikan akses masuk menuju kerajaan gunung kembar. Pepohonan yang mengapit di kedua sisi bagaikan gerbangnya. Akar-akar gantung bagaikan tirainya. Dan kupu-kupu ini bagaikan peri-peri hutan yang diutus menyambut kedatangan kami. Bukankah itu suatu pertanda baik? *mulai berhalusinasi*


Ah, tapi kami tak mau terlena. Siapa tau kupu-kupu itu cuma tipu muslihat penyihir jahat yang hendak menggiring kami masuk ke dalam perangkap. Lantas kami semua dimasukkan ke dalam sumur diiringi lagu Genjer-Genjer. Hiiii! *halusinasi makin liar*

.....

Lalu apa yang terjadi selanjutnya dengan Badai cs? Mampukah mereka menumpas sihir jahat penyihir gunung kembar dan tiba di air terjun kebajikan? Nantikan segera kisah selanjutnya ekslusif hanya di MP!


Blog EntryAMKM: Air MataJul 27, '07 3:16 AM
for everyone

'Aku Menanya Kau Menjawab', adalah rubrik tanya jawab interaktif bagi para pengunjung duabadai.multiply.com ;p
Bisa dibilang, sempalan hidup untuk berbagi. Satu tanya dengan banyak jawab. Siapapun dipersilakan menjawab (boleh salah satu ataupun semua pertanyaan), asalkan tidak OOT, apalagi menyinggung SARA. Selamat menikmati AMKM!

Catatan:
Semua kejadian dalam rubrik ini adalah nyata, kecuali nama samaran pengirim (dicetak miring) yang memang sengaja dibuat2 demi keperluan rating ;p

>> Religi                        
Waktu itu saya sedang berpuasa. Selepas subuh, saya tertidur dan kemudian bermimpi sedih. Ceritanya saya menjadi duta Unicef [obsesi kebawa mimpi, hehe], dan sedang mengunjungi anak2 terlantar di pengungsian. Kondisinya sangat mengenaskan. Seorang anak yang menderita busung lapar tampak terpuruk sekarat di hadapan saya.
Begitu terharunya sampai dada saya sesak hingga kemudian mendadak terbangun. Air mata sudah meleleh di kedua pelupuk.
Apakah puasa saya batal karenanya?
(Ferry Salim wannabe)

>> Kesehatan                 
Gw bete soalnya kalo bersin kadang2 bisa lebih dari 7x non-stop, sampai mengeluarkan air mata. Dan gw pernah baca bahwa setiap kali bersin jantung kita ikut berhenti berdetak selama sepersekian detik. Hadoooh, berarti kalo misal 7x bersin maka jantung gw pun ikutan 7x berhenti berdetak. Seyeeeem.....

Pertanyaan gw banyak neh:
- Benar gak sih begitu faktanya, dan apa pengaruhnya bagi kesehatan gw?
- Apa penyebab bersin tak berhenti, dan adakah penyembuhnya?
- Kenapa air mata ikut keluar?
- Apa bedanya bersin dan berbangkis?
(Mr. A)

>> Tata Bahasa                  
Mana penulisan yang benar: airmata atau air mata?
(soal ujian dari JS Badudu)


Blog EntryWaktu BiruJul 18, '07 3:25 AM
for everyone
Kawan, mari kita kenang kisah lalu

...

Dipanggil Tengku
kawanku yang bermata sayu
tak pernah jemu duduk membatu

tetapi padaku
perempuan-perempuan itu mengadu
karena telah ditelanjangi oleh matamu

ketika kusampaikan keberatan itu
kau tertegun dan berbisik dalam seru
' kenapa, aku pun tak tahu..
..mau-ku mengalahkan malu-ku '

syukurlah seiring waktu
walaupun sedikit meragu
kau bisa batasi pandang yang menyapu

tapi kenapa perempuan-perempuan itu tetap mengadu

oya Tengku,
hapus dulu ingusmu itu

...

Walaupun kerap dianggap angin lalu
suatu ketika Tengku bertanya makna hidup padaku
kenapa manusia lahir untuk mati, dan seterusnya begitu

sejujurnya aku cuma terpaku
ramai di benak tapi di mulut bisu
maafkan jika tak terjawab tanya-mu

tapi apa yang terbersit dalam dirimu, Tengku
kala arus itu menyengat dari gardu
menghempasmu ke tembok batu

mungkin hidup bagimu cuma ambigu
hingga tinggalah jasadmu terbujur kaku
menghujam kami dalam sendu

bagaimanapun, Tengku
hidup-mu membuatku hargai hidup-ku

oya Tengku,
aku mau seka ingusku dulu

...

*in memoriam of Tengku Dedi Aulia, our beloved friend from high school*

Blog EntryBerteman TamanJul 4, '07 4:12 AM
for everyone
Liburan lalu saya bertamasya keliling kota, naik delman istimewa. Hehe, anyway, akhir pekan beberapa waktu lalu saya habiskan di alam terbuka, di samping pak kusir yang sedang bekerja ;p

Iya-iya, sudah cukup bercandanya, intinya waktu itu saya sedang ingin menikmati kehijauan rumput, gemercik air, kicau burung, dan pokoknya elemental alami lainnya. Tantangannya adalah, saat itu saya cuma berada di dalam kota Jakarta. Adakah tempat yang dimaksud?

1st destination: Taman Lembang
Terletak di kawasan Menteng, di tengah2 kompleks perumahan, taman ini mempunyai kolam air mancur di tengah-tengahnya. Rerumputan terpangkas rapi, tempat duduknya dari beton yang dicat warna-warni mengelilingi kolam, dan ada banyak tukang jajanan (sayangnya tidak diimbangi dengan cukupnya keberadaan tempat sampah). Air mancurnya besar, gemercik airnya menggema seantero taman. Sayang air kolamnya berwarna keruh kecoklatan.
Oya, di sudut taman pun terdapat beberapa ekor monyet yang dipelihara di sana, cukup menghibur sebagai atraksi tontonan.
Tipikal pengunjung beragam: keluarga, kakek-nenek, anak-anak, pasangan sah dan tak sah, dll. Atmosfernya lumayan tenang, cocok buat relaksasi, melamun cari inspirasi, ataupun sekedar ngintip orang pacaran ;p

2nd destination: Taman Kodok
Ehm... sebenarnya gak mampir kesini, tapi sempet ngelewatin plang namanya dua kali. Secara kami dikejar waktu, jadi di-skip dulu. Next time deh.
Dalam bayangan saya, Taman Kodok berupa hamparan rumput dengan danau mungil di tengahnya, dan banyak kodoknya. Jadi pengunjung bisa rebahan di rerumputan sambil mendengarkan bunyi2an kodok, serasa di desa gitu. Pastinya ada banyak patung kodok juga di sana. Benar begitu gak?

3rd destination: Taman Menteng
Hooray, sebuah konsep taman modern di pusat kota, masih di kawasan Menteng. Taman ini punya gedung parkir sendiri, jalan2 setapak yang rapi dan bersih, dihiasi gedung2 kaca berbentuk prisma yang saat itu masih kosong (saya malah berharap gedung2 kaca itu digunakan sebagai science center saja).
Sayang, kurang banyak tetumbuhan rimbun disini dibandingkan arena bermainnya (atau mungkin belum ya?).
Di sisi lain, tidak ada tukang jajanan berkeliaran. Mungkin itu sebabnya tempat sampah pun langka di sini?
Tapi kalau mau cari ketenangan sebaiknya jangan disini, karena tipikal pengunjung didominasi pemuda-pemudi yang ramai bermain futsal, voli, skateboard, dll. Tampaknya taman ini lebih cocok buat mengasah sportivitas, sekaligus ajang gaul kawula muda ;p

4th destination: Taman Lawang
Gara2 jadi tempat mangkal waria setiap akhir pekan, akhirnya wilayah ini jadi berkonotasi mesum deh. Seriously, mari kita lihat dari perspektif taman itu sendiri. Lake. Checked. Trees. Checked. Scenery. Checked. Tinggal pedestrian ditata ulang, rerumputan ditata rapi ditambah bebungaan, penerangan jalan maksimal, kasih tempat sampah yang banyak.
Jadilah taman yang paling indah, hanya Taman Lawang.
Err... tapi secara waria masih setia mangkal di sana, sepertinya lupakan dulu konsep taman indah itu. Cabuuut!

Ok, sejauh ini ketahuan banget kalo orang2 kota, khususnya Jakarta tuh butuh banget sama yang namanya taman. Tempat dimana kita bisa bersosialisasi ataupun menyepi, meresapi secuil alam bebas dimana masih ada air, tanah, tumbuhan, satwa, udara terbuka, langit biru, dan pastinya gratis. Secara konsep back to nature itu sendiri emang sudah naluri alamiah manusia.

Hikmahnya saya jadi semakin merindukan nuansa alamiah itu sendiri, tempat dimana kita bisa menjadi diri sendiri, kebebasan berekspresi, menyatu dengan suasana sekitar.
Dan kerinduan itulah yang membawa kami pada tujuan terakhir kali ini:

.....

....

...

..

.


5th destination: Karaoke, anyone? Hyuuuk!


*langsung meluncur ke Sarinah*


Blog EntryTerapi UrineMay 30, '07 11:29 PM
for everyone
PARENTAL ADVISORY: Explicit Content

Usai pipis
belum juga basuh dan tarik restluiting
plung!
tiba2 saja flashdisk yang kukalungkan di leher
jatuh terlepas dari talinya
langsung masuk ke lubang toilet

kyaaaaaa!
tanpa pikir panjang
ugh, mau gak mau
kujulurkan tangan ke sana
memungut si flash disk
di dalam genangan air seni

segera kubilas ia
segera kucuci tangan
tak lupa kubasuh si adik
dan menarik restluiting celana
sebelum kusiram lubang toilet

buru2 keluar kamar mandi
langsung cek ke komputer
selamat.... flash disk masih berfungsi!
aku pun bersenandung riang

*diiringi musik latar ala heidy diana*
syalala... mana flashdisk-mu
syalala... ini flashdisk-ku




Blog EntryMari Makan!May 16, '07 1:45 AM
for everyone


>> makanan favorit bikinan nyokap:
nasi goreng kencur pake taburan tauge segar
sop ayam kampung dengan kuah kaldu yang kental

>> makanan favorit bikinan sendiri:
sup asparagus kepiting (modal dibawah goban tapi bisa dpt sepanci penuh)

>> makanan favorit bikinan si dia:
apa aja, selama masaknya pake bumbu kasih sayang (halah!)

>> makanan nyeleneh tapi doyan:
french fries dicocol pake es krim (yahud!)
sashimi girl (cihuy!)

>> makanan teraneh yang pernah dicicip:
gule kalong (kres2 kenyal gitu deh..)
steak kuda (yang belum kesampean nyusu kuda liar, kekeke)

>> makanan yang bikin penasaran tapi masih mikir2 buat nyicip:
torpedo kambing
whiskas

>> makanan yang bikin penasaran tapi gak minat buat nyicip:
otak monyet (lengkap terhidang dalam tempurung kepalanya)
lontong ketan mak Erot ;p

>> makanan pereda stress sekaligus pembangkit libido:
dark chocolate

>> makanan sebagai guilty pleasure:
sate kambing plus gule kambing pak Mumun (gila nendang banget, apalagi kalo makannya sore2 pas ujan)

>> makanan sehari-hari:
software programming and creative design (dipaksa nyambung, skalian promosi siapa tau ada yg nawarin proyek..)

yuk makan yuk!

Blog EntryOrtu Kasmaran Lagi?Mar 4, '07 12:39 PM
for everyone
So sweet... but wait a sec--dengan siapa dulu?

...

Kawan saya resah. Sewaktu tugas keluar negeri, ia meminjam ponsel sang ayah.
Tak sengaja terbaca olehnya beberapa SMS mesra antara sang ayah dengan seorang wanita yang selama ini dikenal sebagai rekan bisnis beliau. Tak tahu ia hendak mengadu kepada siapa. Kepada saya ia mengungkapkan keresahannya.

Kawan saya yang lain gundah. Sang ibu, kebetulan sudah menjanda, sedang intim dengan seorang pria yang tinggal di luar kota. Sayangnya, pria itu itu sudah beristri dan beranak-pinak. Kawan saya tidak mau jika sang ibu sampai mengganggu rumah tangga orang lain. Kepada saya ia menceritakan kegundahannya.


...

Komentar saya dalam beberapa perspektif:
Saya si toleran
"Sabar ya, kita berprasangka baik aja dulu, gak usah pikiran macem2, bla bla bla..."

Saya si liberal
"Kalau memang cinta ya susah. Ortu juga kan manusia."

Saya si logis
"Luv or lust?"

Saya si bijak
"Mau cinta mau nafsu, intinya pengendalian diri."

Saya si jalang
"Sometimes some people just can't get enough."

Saya si naif
"Ortu itu udah dewasa kok, mereka pasti tau batasannya."

Saya si sarkastik
"Age ain't nothing but a number. Semua ortu pasti lebih tua, tapi bukan berarti mereka bisa bersikap lebih dewasa."

Saya si pesimis
"Ya susah deh kalo udah menyangkut ortu, mau kita protes segala macem juga tetap mereka hirarkinya lebih tinggi."

Saya si kritis
"Bilang aja terus terang ke ortu. Soal nanti lo diamuk atau apa, yang jelas beliau sudah tau bahwa anaknya tau."

Saya si romantis
"Gw tau lo malu, tapi apapun itu, cinta ortu ke lo gak berkurang kan?"

Saya si empati
"Wahai pembaca, ada masukan lain buat menenangkan hati dua kawan saya tersebut?"



Teman, kau dimana? Panggilan tak terangkat, pesan tak berbalas. Marahkah kau pada saya? Atau malu?

...

Awalnya kau pintaku datang, memelas karena dikejar waktu, dan meminta dibuatkan dua buah desain begini begitu. Pada mulanya saya enggan karena waktu yang terbatas. Namun setelah beberapa penyesuaian (dan melihat betapa tak berdayanya dirimu di bawah kejaran deadline), akhirnya kita pun sepakat berkongsi.

Saya sudah dua kali menanyakan tentang perjanjian kerja, dan sudah dua kali pula kau yakinkan saya bahwa hal itu bisa diatur belakangan. Deadline sudah didepan mata. Apalagi kau pastikan bahwa
dirimulah yang memegang proyek ini. Dan saya percaya.

Itulah kesalahan saya.

Jangan pernah percaya siapapun, termasuk teman baik, untuk urusan bisnis tanpa hitam di atas putih. Hukumnya mutlak.

Demikianlah, cuma dalam tiga hari saya menuntaskan pekerjaan darimu terlebih dahulu. Lengkap dengan 4 buah bonus desain hasil pengembangan dari materi dasar yang kau inginkan.
Plus logo perusahaan yang saya perbaiki dalam format freehand, jpeg dan png sekaligus, karena sebelumnya kau cuma punya format jpeg in poor quality. Semuanya saya lakukan tanpa pamrih, karena kau teman baik saya.

Serah terima pun dilakukan, yang mestinya dilanjutkan pembayaran tunai. Ternyata kemudian katamu dana belum cair, jadi honor saya belum bisa dibayarkan. Ya sudah, saya percaya saja. Pesan saya, kasih kabar saja kalau uangnya sudah ditransfer.

Seminggu lebih berlalu ketika kau kabari bahwa dari dua materi desain yang dipesan, cuma satu buah yang akan dipakai, jadi honor saya cuma dibayarkan setengah. What???
Mestinya kan kalau sudah pesan dua loyang chocolate devil, ya pemesan tetap harus bayar seharga dua loyang dong (itu sih sudah resiko pemesan kalau yang satu loyang mau termakan atau tidak). Kan logikanya begitu.
Kecewa memang, tapi berhubung tak ada bukti tertulis, maka saya tidak mau memperpanjang masalah. Walau bagaimanapun kau teman baik saya. Lagipula kau bilang pembayaran akan dilakukan secepatnya.

Seminggu lebih kembali berlalu ketika iseng saya cek rekening, ternyata ada uang masuk sejumlah seperempat honor yang kau janjikan. Merasa tidak yakin, saya coba konfirmasi pada dirimu. Tanpa beban kau bilang, kantormu akhirnya memutuskan cuma memakai satu dari 4 buah bonus desain yang saya buat. Jadi saya cuma dibayarkan seperempat.

Padahal saya sama sekali tidak mengenakan charge tambahan untuk bonus desain, yang saya minta awalnya cuma pembayaran untuk dua buah desain utama sesuai pesanan. Jadi dengan kata lain, jika saya memberi bonus 10 buah desain, dan cuma dipakai satu, maka saya cuma dihargai sepersepuluh dari kesepakatan harga, begitu?

That's it!
Perhitungan macam mana ini? Benar-benar pelecehan profesi.
Saya tahu intonasi suara saya meninggi sewaktu berkonfrontasi mengenai hal ini.


Entahlah, mungkin kau tersinggung, ikut marah, ikut kesal, ikut bersalah, saya tidak tahu. Tapi yang jelas sejak saat itu kau tidak bisa lagi dihubungi.

Sebenarnya saya bisa datang ke kantormu, dan meminta kejelasan masalah ini. Tapi kedudukan saya lemah karena tiada bukti hitam di atas putih. Lagipula saya tahu pasti kau akan menanggapi kedatangan saya dengan kepala tidak dingin sehingga intonasi suaramu akan meninggi dan mukamu yang putih itu akan memerah dan rekan2 sejawatmu akan memerhatikan dan petugas sekuriti akan berdatangan, jadi saya putuskan untuk tidak bertandang ke sana. Tidak lagi.

...

Padahal teman, masalah honor itu kini sudah saya ikhlaskan. Saya sudah mendapat pelajaran dari kesalahan. Biarlah Yayasan Sosial tempat kau bekerja itu mendapat berkah biar bisa terus berderma.

Saya cuma mau kau tahu, saya sedih karena niat baik untuk membantu dirimu malah berujung pada retaknya pertemanan kita.




Blog EntryI've Been Tagged!Feb 18, '07 9:05 PM
for everyone
BUT this time I make it special because you can also hear the song that can make me laugh. Just check it out guys!

>> records that changed your life
Step By Step - NKOTB
My first appearance on school stage, but it was also the last.
I wasn't born dancing, but I like this routine below:

>> records you've listened to more than once
too many, but there is only one song of a lifetime:
Across The Universe - Fiona Apple

>> records that you just don't understand
cha-dut, house-dut, etc
music you can find in angkots or mikrolets

>> records that make you laugh
Cin Cin Pon Pon - Kotani Hiroyo



hahaha, it's so cutie, funny, witty, crazy, you name it...
;D

>> records that make you cry
JK Records
hey mr. Judhi Kristianto, it's not a compliment!

>> records that creeps the hell out of you
who is Radja???
but I know exactly what creeps me out though
;p

>> records you wish had never been made
Let's Dance Together - Melly & BBB
poor Melly, you're digging your own hole now with this crap!

>> records that you've just listened
One Man Army - Prodigy & Tom Morello
yup, remember Spawn the movie, anyone?

>> records you've been meaning to buy (...or steal)
Paint The Sky With Stars - Enya
as it is destined in my blood [halah!]

>> now tag others!
betcha all got tagged already, so I rest my case...
peace!

^_^v


Blog EntryHappy Spring DayFeb 17, '07 10:37 PM
for everyone


parental advisory
I have nothing against Chinese people. These stories below are based on true events, and it's not meant to be racist whatsoever. Enjoy ajalah!



chapter 1

Ungut namanya
teman jalan bareng sepulang sekolah
waktu itu kami baru kelas satu
dan Ungut cuma punya buku tulis satu

dulu buku tulis itu milik kakaknya
terus isinya dihapus supaya bisa dipakai Ungut
kelak ia pun harus menghapus tulisannya
supaya buku tulis itu bisa dipakai sang adik

tapi karena terlalu sering ditulis dan dihapus
buku tulis itu sudah keburu koyak

.

miskinkah?

.

pelitkah?


chapter 2

Marshal namanya
ikutan ngetop sewaktu booming F4
karena wajahnya sangat mirip Dao Ming Shi

di kampus lain ceritanya
cat mobilnya sering digores-gores
oleh mereka yang gak suka sama dia

ada yang bilang karena dia 'terlalu tampan'
ada yang bilang karena dia Cina
padahal Marshal baik orangnya

padahal kalau mobilnya digores-gores begitu
bisa jadi Marshal berbalik jadi orang tidak baik
meski ia tetaplah seorang Cina yang 'terlalu tampan'


chapter 3

boss 1: "Baca deh. Ini ada SMS tidak menyenangkan dari salah satu klien kita yang gak puas."
< boss 2 langsung naik darah setelah membaca SMS tsb yang penuh dengan ancaman dan intimidasi >
boss 2: "Sinting! SMS siapa ini?"
< boss 1 kemudian menyebut nama salah satu klien pengirim SMS tsb >
boss 2: "Dasar Cina! Brengsek! Bakar aja rumahnya! Bakar!"
< boss 1 keheranan >
boss 1: "Excuse me, Ma'am. But you're 100% Chinese."
< ganti boss 2 yang keheranan >
boss 2: "So what? Jadi sesama Cina harus dibelain walaupun dia brengsek gitu? You asshole!"



Blog EntryDa Vnici Cdoe For DmmuiesFeb 11, '07 9:56 PM
for everyone
Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, atruan hruuf dlaam
ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa
tepmatyna. Siasyna bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt
mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per
hruuf, nmaun ktaa per ktaa.
Laur bisaa kan?

Ah, trenayta ktia pinatr, ya ?

Blog Entry3 Februari, Sungaiku Sayang Sungaiku GarangFeb 4, '07 9:43 AM
for everyone
reporter dadakan yang rela bertaruh nyawa ;p

bogor hujan sudah biasa. bogor macet sudah biasa, apalagi di akhir pekan. tapi hari ini memang luar biasa. setelah terjebak kemacetan yang tidak wajar di sepanjang jalan kota bogor,
saya menyaksikan sendiri meluapnya sungai ciliwung siang itu.

di seberang sana peternakan ayam yang sudah tersapu air

aslinya sungai ini indah berbatu-batu, tapi lihatlah kini...

respon penduduk setempat beragam. ada yang panik dan mulai mengemasi barang-barangnya. ada yang cuma berdiri termangu di bawah rinai hujan. ada yang foto-foto untuk liputan (saya contohnya). ada tukang mie ayam yang sengaja mangkal di gardu kosong tepi sungai, sehingga pembeli dapat leyeh-leyeh menikmati dagangannya di sana sambil menyaksikan air bah dari dekat. ada yang saling bertukar berita seperti: "jembatan dekat jambu dua amblas!" atau "bantar kemang kelelep!" atau "ada angkot kebawa arus! kebayang deh warga yang kebanjiran setelah surut nanti terkaget-kaget melihat ada angkot nangkring di rumahnya!" dan berita-berita penting gak penting lainnya.

hanya bisa menatap tanpa daya

ketika air mulai meluap ke dalam komplek perumahan

hujan deras yang sesekali turun membuat saya pesimis jika luapan ciliwung akan cepat surut. saya, biarpun terlihat 'excited' wira-wiri di tepian sungai sambil bawa kamera, terus terang merasa takut akan nasib jakarta yang sudah terlebih dahulu kebanjiran. di bogor saja dampaknya sudah begini, apa jadinya nanti setelah air bah ini sampai ibukota?

ciliwung masih garang sewaktu saya tinggalkan

hari sudah sore ketika radio mengumumkan bahwa ada beberapa jalan di kota bogor yang terputus disertai pemadaman listrik. bahwa jakarta harus siaga satu nanti malam. sementara hujan deras turun lagi.
baru kali ini saya bermurung diri menyaksikan rinainya...




Blog Entry2 Februari, Hari Ini & Lima Tahun LaluFeb 2, '07 12:03 AM
for everyone
2 Februari 2007

...saya tunda kunjungan ke Jakarta hari ini
...ada janji-janji yang harus ditangguhkan hari ini
...ada pesan-pesan atau panggilan yang tak sampai hari ini
...ada rekan-rekan yang tiada kabar hari ini
...seandainya mereka sedang dalam kesusahan hari ini
...saya hanya bisa mendoakan dari jauh hari ini
...hanya maaf yang bisa disampaikan lewat tulisan hari ini

2 Februari 2002

saya perlu ketabahan untuk masuk Jakarta lima tahun lalu...
berjam-jam dalam diam di jalan bebas hambatan menuju ibukota lima tahun lalu...
rekan saya juga tiada kabar lima tahun lalu...
ternyata dia harus menginap dalam bis lima tahun lalu...
yang terjebak di atas jembatan layang lima tahun lalu...
tak pernah terpikir oleh saya lima tahun lalu...
bahwa semuanya akan terulang seperti lima tahun lalu...